KORAN LINGGAU.COM - All Post

08 October 2026

Setan Selalu Gagal Mengadu-domba Keluarga Nabi Ibrahim

Setan Selalu Gagal Mengadu-domba Keluarga Nabi Ibrahim

Anak itu kemudian ditebusnya dengan seekor domba besar yang terdapat tidak jauh dari tempat itu. Ilustrasi/Ist
82Shares
facebook sharing button
twitter sharing button
whatsapp sharing button
sms sharing button
sharethis sharing button
AHLI sejarah Yahudi berpendapat, bahwa yang disembelih 
https://www.blogger.com/blog/post/edit/399615344577722320/1243252929364992535

Nabi Ibrahim
 adalah Ishaq, bukan Ismail. Di sini kita bukan akan menguji adanya perselisihan pendapat itu. Muhammad Husein Haekal dalam buku "Sejarah Hidup Muhammad" yang diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Ali Audah menyebut dalam Qishash'l-Anbia'Syaikh Abd'l Wahhab an-Najjar berpendapat, bahwa yang disembelih itu adalah Ismail. 

Argumentasi ini justru diambilnya dari Taurat sendiri bahwa yang disembelih itu dilukiskan sebagai anak Ibrahim satu-satunya. Pada waktu itu Ismail adalah anak satu-satunya sebelum Ishaq dilahirkan. 

Setelah Siti Sarah melahirkan, maka anak Ibrahim tidak lagi tunggal, melainkan sudah ada Ismail dan Ishaq. Dengan mengambil cerita itu, menurut Haekal, seharusnya kisah penyembelihan dan penebusan itu terjadi di Palestina. (Baca juga: Raja Mesir Memaksa Menikahi Siti Sarah Akhirnya Taubat)

Hal ini memang bisa terjadi demikian kalau yang dimaksudkan itu terjadi terhadap diri Ishaq. Selama itu Ishaq dengan ibunya hanya tinggal di Palestina, tidak pernah pergi ke Hijaz. (Baca juga: Cobaan Nabi Ibrahim Menurun ke Nabi Ishaq, Susah Punya Anak)



Akan tetapi cerita yang mengatakan bahwa penyembelihan dan penebusan itu terjadi di atas bukit Mina, maka ini tentu berlaku terhadap diri Ismail. Oleh karena di dalam Qur'an tidak disebutkan nama person korban itu, maka ahli-ahli sejarah kaum Muslimin berlain-lainan pendapat. 

Tentang pengorbanan dan penebusan itu kisahnya ialah bahwa Nabi Ibrahim bermimpi, bahwasanya Tuhan memerintahkan kepadanya supaya anaknya itu dipersembahkan sebagai kurban dengan menyembelihnya. Pada suatu pagi berangkatlah ia dengan anaknya. "Bila ia sudah mencapai usia cukup untuk berusaha, ia (Ibrahim) berkata: 'O anakku, dalam tidur aku bermimpi, bahwa aku menyembelihmu. Lihatlah, bagaimanakah pendapatmu?' Ia menjawab: 'Wahai ayahku. Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Jika dikehendaki Tuhan, akan kaudapati aku dalam kesabaran." 

فَلَمَّاۤ اَسۡلَمَا وَتَلَّهٗ لِلۡجَبِيۡنِ‌ۚ

Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah). (QS As-Saffat 103)

وَنَادَيۡنٰهُ اَنۡ يّٰۤاِبۡرٰهِيۡمُۙ

Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim! (QS As-Saffat 104)

قَدۡ صَدَّقۡتَ الرُّءۡيَا ‌ ‌ۚ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجۡزِى الۡمُحۡسِنِيۡنَ

Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS As-Saffat 105)

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الۡبَلٰٓؤُا الۡمُبِيۡنُ

Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (QS As-Saffat 106)

وَفَدَيۡنٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيۡمٍ

Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (QS As-Saffat 107)

(Baca juga: Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Saat Meninggikan Baitullah)

Beberapa cerita melukiskan kisah ini dalam bentuk puisi yang indah sekali. Kisahnya, setelah Ibrahim bermimpi dalam tidurnya bahwa ia harus menyembelih anaknya dan memastikan bahwa itu adalah perintah Tuhan, ia berkata kepada anaknya itu: 

"Anakku, bawalah tali dan parang itu, mari kita pergi ke bukit mencari kayu untuk keluarga kita." 

Anak itupun menurut perintah ayahnya. Ketika itu datang setan dalam bentuk seorang laki-laki, mendatangi ibu anak itu seraya berkata: "Tahukah engkau ke mana Ibrahim membawa anakmu?" 

"Ia pergi mencari kayu dari lereng bukit itu," jawab ibunya. 

"Tidak," kata setan lagi, "ia pergi akan menyembelihnya."

Ibu itu menjawab lagi: "Tidak. Ia lebih sayang kepada anaknya." 

"Ia mendakwakan bahwa Tuhan yang memerintahkan itu."

"Kalau itu memang perintah Tuhan biarkan dia menaati perintahNya," jawab ibu itu. 

(Baca juga: Setan Dibelenggu, Kemaksiatan dan Kriminalitas, Kok, Masih Marak?)

Setan itu lalu pergi dengan perasaan kecewa. Ia segera menyusul anak yang sedang mengikuti ayahnya itu. Kepada anak itupun ia berkata seperti terhadap ibunya tadi. Tapi jawabannyapun sama dengan jawaban ibunya juga. 

Kemudian setan mendatangi Ibrahim dan mengatakan, bahwa mimpinya itu hanya tipu-muslihat setan supaya ia menyembelih anaknya dan akhirnya akan menyesal. Tetapi oleh Ibrahim ia ditinggalkan dan dilaknatnya. Dengan rasa jengkel Iblis itu mundur teratur, karena maksudnya tidak berhasil, baik dari Ibrahim, dari isterinya atau dari anaknya.

Kemudian itu Ibrahim menyatakan kepada anaknya tentang mimpinya itu dan minta pendapatnya. "Ayah, lakukanlah apa yang diperintahkan." 

Lalu katanya lagi dalam ballada itu: "Ayah, kalau ayah akan menyembelihku, kuatkanlah ikatan itu supaya darahku nanti tidak kena ayah dan akan mengurangi pahalaku. Aku tidak menjamin bahwa aku takkan gelisah bila dilaksanakan. 
Tajamkanlah parang itu supaya dapat sekaligus memotongku. Bila ayah sudah merebahkan aku untuk disembelih, telungkupkan aku dan jangan dimiringkan. Aku kuatir bila ayah kelak melihat wajahku ayah akan jadi lemah, sehingga akan menghalangi maksud ayah melaksanakan perintah Tuhan itu. Kalau ayah berpendapat akan membawa bajuku ini kepada ibu kalau-kalau menjadi hiburan baginya, lakukanlah, ayah."

"Anakku," kata Ibrahim, "ini adalah bantuan besar dalam melaksanakan perintah Allah."

Kemudian ia siap melaksanakan. Diikatnya kuat-kuat tangan anak itu lalu dibaringkan keningnya untuk disembelih. Tetapi kemudian ia dipanggil: "Hai Ibrahim! Engkau telah melaksanakan mimpi itu." 

Anak itu kemudian ditebusnya dengan seekor domba besar yang terdapat tidak jauh dari tempat itu. Lalu disembelihnya dan dibakarnya.

Demikianlah kisah penyembelihan dan penebusan itu. Ini adalah kisah penyerahan secara keseluruhan kepada kehendak Allah

Kesultanan Mamluk Mesir Hancur Diserang Napoleon Perancis

Pertempuran Piramida atau disebut juga Pertempuran Embabeh, adalah pertempuran besar selama invasi Perancis ke Mesir yang terjadi pada 21 Juli 1798. Napoleon Bonaparte menyerang pasukan dan penguasa Mamluk, memusnahkan hampir seluruh pasukan Ottoman yang berlokasi di Mesir.

Saat itu Napoleon menggunakan taktik militer yang cukup baik hingga membuat kavaleri Mamluk mundur beberapa kali. Penaklukan Prancis atas Mesir tidak dipungkiri, korban tewas sekitar 300 pasukan Perancis, tetapi korban Ottoman dan Mamluk jauh lebih besar mencapai ribuan pasukan.

Napoleon menguasai Kairo setelah memenangkan pertempuran dan menciptakan pemerintahan baru di bawah pengawasannya. Pertempuran ini sebenarnya telah membuktikan, kemunduran militer dan politik Kekaisaran Ottoman sepanjang abad

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?

Karena yang zaman modern sudah biasa

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?

Pelajaran Sejarah modern seringkali mengajarkan Kekaisaran Romawi, Kesultanan Utsmaniyah, atau Kerajaan Britania Raya sebagai beberapa kekuasaan zaman dulu yang pernah mendominasi dunia. Indonesia pun mengenal Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan yang cukup bepengaruh pada zamannya.

Tetapi, apakah kamu tahu 6 kerajaan berikut ini pernah mendominasi dunia di masa Sebelum Masehi (SM)? Kalau belum tahu, tidak masalah. Yuk, simak pelajaran singkat berikut ini!

1. Kekaisaran Maurya (322- 185 SM)

Kerajaan adidaya pertama pada zaman purba adalah Kekaisaran Maurya. Didirikan oleh Chandragupta Maurya dan Chanakya. Chandragupta Maurya naik takhta kekuasaan dan memulai kekaisarannya ketika ia menaklukkan Kekaisaran Nanda pada usia 20 tahun!

Pada saat itu, Kekaisaran Maurya membentang di bagian utara India. Pada 305 SM. Chandragupta Maurya memperluas perbatasan Maurya ke bagian barat setelah kemenangannya atas Seleukos I Nikator dan menaklukkan Kekaisaran Seleukia.

Dalam perluasan wilayah terakhir di bawah pemerintahannya, Chandragupta Maurya menarik perbatasan kekaisarannya lebih jauh ke arah selatan untuk mencakup hampir seluruh India modern hingga 300 SM.

Pada masa keemasannya, Kekaisaran Maurya memerintah 60 juta rakyat sehingga menjadikannya salah satu pemerintahan paling dominan di muka bumi saat itu.

Selain itu, berkat perluasan wilayah, Kekaisaran Maurya terbentang 5,2 juta kilometer persegi! Kekaisaran Maurya membentang dari India hingga Pakistan dan Afganistan serta dari Pegunungan Himalaya hingga Assam, sehingga bisa dibilang, Kekaisaran Maurya adalah salah satu yang terbesar juga.

"Itu luas pakai banget!"

Chanakya, salah satu pendiri dari Kekaisaran Maurya, menuliskan kitab Arthasastra yang berisi pedoman untuk tata negara hingga strategi militer. Oleh karena itu, Kekaisaran Maurya cukup teratur di bawah pemerintahan Chandragupta Maurya.

Kekaisaran Maurya dibagi menjadi empat provinsi, masing-masing dipimpin oleh seorang pangeran kerajaan yang akan memerintah sebagai wakil Kaisar.

Terdapat sebuah infrastruktur yang luas dengan layanan sipil untuk mengendalikan segala aspek masyarakat, mulai dari hubungan internasional dan perdagangan dengan kekaisaran lain hingga kebersihan penduduk setempat.

Kekaisaran Maurya juga mempertahankan salah satu pasukan terbesar pada masanya dengan lebih dari 600.000 infantri, 9.000 gajah perang, dan 30.000 kavaleri. Selain itu, Kekaisaran Maurya memiliki sebuah sistem pengintaian untuk mengumpulkan informasi mengenai musuh, dari dalam kekaisaran maupun luar kekaisaran.

Dengan menjaga stabilitas, Kekaisaran Maurya menikmati pertumbuhan ekonomi dan menciptakan sistem perpajakan yang adil. Chandragupta Maurya menciptakan mata uang tunggal di seluruh kekaisaran yang memudahkan para petani untuk menjual hasil panen mereka dengan harga yang manusiawi.

Kekaisaran Maurya juga mengembangkan sistem perdagangan internasional yang menguntungkan dengan kerajaan-kerajaan Helenistik. Ekonomi dikelola dengan sangat baik sehingga nantinya akan dibandingkan dengan Kekaisaran Romawi.

Akan tetapi, Kekaisaran Maurya harus melihat kejatuhannya yang tragis pada akhirnya.

Sejak Chandragupta Maurya tiada, takhta Maurya diturunkan kepada para penerusnya dari Bindusara ke Brihadratha. Akan tetapi, kejatuhan Kekaisaran Maurya terjadi sejak pemerintahan Dasharatha, di mana kekaisaran tersebut kehilangan banyak wilayah.

Selain itu, pembunuhan Brihadratha oleh salah satu jenderalnya, Pushyamitra Shunga, dan bentrok antara agama Hindu dan Buddhis membuat kekaisaran tersebut jatuh. Pada 185 SM, Shunga mengkudeta Kekaisaran Maurya dan mendirikan dinastinya sendiri, Kekaisaran Shunga.

2. Kerajaan Baru Mesir (1550 – 1077 SM)


Peradaban Mesir memang dianggap sebagai salah satu peradaban tertua di dunia. Namun, pada era Kerajaan Baru Mesir-lah, negara Mesir dapat melihat kejayaannya, terutama dalam hal penguasaan wilayah, terutama pada zaman kerajaan ke-18, ke-19 dan ke-20. Pada masa-masa ini juga, pemerintah-pemerintah terkemuka Mesir muncul.

Kerajaan Baru Mesir berupaya meningkatkan perbatasannya untuk menaklukkan negeri Syam dan mempertahankan kendali terhadap serangan negeri Kush.

Thutmose III memperluas pasukan sehingga memperkuat Kerajaan Mesir selama masa pemerintahannya di dinasti ke-18. Langkahnya diikuti oleh para Firaun terkenal lainnya seperti Amenhotep III dan Tutankhamun.

Masa Kerajaan Baru Mesir ditandai oleh beberapa bangunan paling mengesankan di dunia kuno, hasil dari perubahan seni dan makam Mesir. Para Firaun tidak lagi bermain dengan piramida dan memilih makam yang diukir ke dalam batu sebagai gantinya.

Kamu tahu Lembah Para Raja (وادي الملوك)? Nah, salah satu situs bersejarah warisan kebudayaan dunia UNESCO di Mesir tersebut dibangun pada zaman ini! Salah satu malam paling terkenalnya adalah kompleks pemakaman yang dibangun oleh Ramses II untuk putra-putranya, yang terbesar dari semua makam di Lembah Para Raja.

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?
wikipedia.org

Pada puncak kerajaannya, Kerajaan Baru Mesir terbentang lebih dari 984.200 kilometer persegi dan memerintah sekitar 5 juta orang. Hingga masa kini, masa Kerajaan Baru Mesir dikenang bukan karena ukuran atau populasinya, melainkan untuk seni, makam, dan jejak sejarah yang ditinggalkannya.

Kerajaan Baru Mesir adalah salah satu kerajaan zaman dulu yang paling banyak diteliti, diakui, dan dipahami pada zaman lampau. Sebagian besar karena seberapa banyak tubuh para penguasanya yang awet karena daya tahan dan perlindungan makamnya.

Akan tetapi, dikarenakan kerusuhan, kekeringan panjang, kelaparan, banjir dari Sungai Nil, dan korupsi yang merajalela, masa kerajaan ke-19 dan 20 adalah yang paling suram sekaligus menandakan akhir dari masa Kerajaan Baru Mesir.

Dinasti ke-19 dan ke-20 mencakup para Firaun Ramses yang melakukan kampanye militer jangka panjang dan merebut kemenangan. Akan tetapi, kampanye militer tersebut sebagian besar melemahkan Kerajaan Mesir pada zaman Ramses XI, Firaun ke-10 sekaligus yang terakhir pada zaman itu.

Pada saat itu, kerajaan Mesir hampir tidak memiliki kuasa, sampai-sampai Imam Agung Dewa Amun menjadi pemerintah de facto di Mesir Hulu dan Smendes mengendalikan Mesir Hilir. Akhirnya, Smendes mendirikan kerajaan Mesir ke-21 di daerah Tanis, bahkan sebelum Ramses XI wafat pada 1077 SM.

3. Kekaisaran Makedonia (336 – 323 SM)

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?
commons.wikipedia.org

Meskipun termasuk dalam daftar kerajaan zaman dulu paling adidaya, Kekaisaran Makedonia juga dibilang paling cepat jatuh. Hanya bertahan sekitar 13 tahun saja!

Sebelum menjadi kerajaan terbesar di dunia, Kekaisaran Makedonia sempat tunduk pada Kekaisaran Akhemeniyah.

Kejayaan Kekaisaran Makedonia dimulai saat raja Filipus II (359 - 336 SM) memperkuatnya menjadi salah satu kekuatan terbesar di benua Eropa pada masanya. Hal tersebut diraih dengan cara menaklukkan negara tetangganya, termasuk Yunani.

Kekaisaran Makedonia juga terkenal akan pemimpinnya yang legendaris sekaligus putra dari Filipus II, Aleksander III (Alexander Agung), menjadikan kekaisaran tersebut salah satu yang terkokoh di dunia.

Setelah Filipus II dibunuh pada 336 SM oleh salah satu pengawalnya, Pausanias, Aleksander Agung naik takhta menggantikan sang ayah.

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?
wikipedia.org

Alexander Agung mendapatkan reputasinya dengan membangun pasukan terkuat di dunia dan menaklukkan tentara di tiga benua. Pasukan Aleksander Agung mampu menaklukkan Mesir dan kerajaan Akhemeniyah (yang dulu sempat menundukkan Makedonia).

Di masa keemasannya, Kekaisaran Makedonia meliputi bagian Eropa, Asia, hingga Afrika Utara. Aleksander Agung menggunakan pasukannya dan pengaruhnya yang besar untuk menyebarkan budaya dan bahasa Helenistik ke seluruh wilayahnya.

Untuk waktu yang cukup lama, sosok Aleksander Agung dipandang oleh banyak orang sebagai "Dewa" karena kemampuannya untuk menaklukkan pasukan yang jauh melebihi jumlah kerajaannya sendiri, kepribadiannya yang mengayomi, dan memerintah pasukan yang jauh lebih besar para pendahulunya.

Di Mesir, ia dianggap sebagai seorang Firaun dan "Anak Dewa Amun", sedangkan rakyatnya memandang Aleksander sebagai "Anak Dewa Zeus".

Masa kekuasaan Aleksander mungkin singkat, hanya 13 tahun. Akan tetapi, ia memberikan warisan abadi pada daerah-daerah yang ditaklukkan karena penyebaran pengaruh Yunani.

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?
wikipedia.org

Aleksander Agung wafat pada usia yang cukup muda, 32 tahun, di Babilonia. Setelah kematiannya, ternyata Aleksander tidak memiliki pewaris takhta yang layak, sehingga jenderal-jenderalnya memecah Kekaisaran Makedonia menjadi provinsi-provinsi untuk dikuasai masing-masing.

Peperangan terus berkecamuk, hingga mengalami perang saudara. Beberapa mengakui saudara tiri Aleksander, Filipus III sebagai raja; yang lain, mengakui Aleksander IV (anak dari Aleksander Agung dan Roxana) yang masih bayi sebagai pemimpin sah.

Pada puncaknya, Kekaisaran Makedonia di bawah Aleksander Agung membentang lebih dari 5,2 juta kilometer persegi dan memerintah atas populasi yang sangat beragam.

Sebagai salah satu pemimpin kerajaan paling sukses dalam sejarah, hanya Aleksander Agung yang mampu memperkuat Kekaisaran Makedonia tanpa menghancurkan orang-orang dan budaya yang ia taklukkan. Malah, ia juga memperkenalkan kebudayaan Makedonia pada mereka.

4. Dinasti Han (206 SM - 220 M)

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?
ancient-origins.net

Kamu tahu "Romance of the Three Kingdoms" (Kisah Tiga Negara) atau pernah bermain game "Dynasty Warriors"? Nah, masa Tiga Negara tersebut terjadi di tengah masa dinasti yang akan kita bahas selanjutnya, yaitu Dinasti Han. Hingga masa kini, rakyat Tiongkok amat susah move ondari masa Dinasti Han.

Hal tersebut dikarenakan Dinasti Han adalah masa keemasan Tiongkok. Malah hingga saat ini, etnis mayoritas di Tiongkok menyebut diri mereka "Suku Han" (Hanzu).Tulisan Mandarin? Disebut "Tulisan Han" (Hanzi). Terlihat jelas peninggalan Dinasti Han yang akan membekas hingga ke generasi selanjutnya.

Dinasti Han Barat berdiri pada 206 SM hingga 9 M oleh Liu Bang yang menyatukan seluruh Tiongkok dan mengangkat dirinya sebagai Kaisar Gaozu. Dinasti Han sendiri dibagi menjadi 13 wilayah: sepertiga wilayah dinasti di bagian barat dan 10 kerajaan di dua pertiga wilayah lainnya.

Agar tidak terjadi perang saudara, Liu Bang mencoba menenangkan beberapa jenderalnya dengan menjadikan mereka penguasa di wilayah-wilayah tersebut. Sepanjang sejarah Dinasti Han, mereka terus berseteru dengan Xiongnu, suku nomaden di utara.

Wilayah Dinasti Han meluas ke sebagian besar wilayah Xiongnu di utara dan ke selatan hingga Vietnam dan Korea modern.

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?

Untuk membiayai kampanye militer, Dinasti Han di bawah pemerintahan Kaisar Wu menciptakan beberapa monopoli pemerintah untuk menarik uang dari rakyat. Arak, garam, koin, hingga besi, semuanya merupakan monopoli di bawah pemerintah. Jalur Sutra juga diciptakan pada masa Dinasti Han dan mengubah masa depan Tiongkok.

Pendidikan dan kepercayaan Konfusianisme amat penting bagi Han dan banyak karya filosofis penting keluar dari periode ini. Kamus, biografi, dan sejarah ditulis untuk mendefinisikan bagaimana sejarah Tiongkok akan ditulis untuk masa-masa setelah Dinasti Han.

Selain itu, dari segi hukum, sebuah sistem hukum dan tata ketertiban bahkan memungkinkan kaum perempuan untuk menuntut ganti rugi atas laki-laki atas kejahatan. Tetap mengatasnamakan kemanusiaan, Dinasti Han memilih bentuk hukuman yang tidak brutal.

Akan tetapi, mulai dari Pemberontakan Serban Kuning hingga pada 220 M, Cao Pi, raja Wei, merebut takhta Dinasti Han dari Kaisar Xian dan menjadikan dirinya Kaisar Cao Wei maka Dinasti Han jatuh sepenuhnya.

Berkat sensus tertua yang pernah ada dalam sejarah, diketahui bahwa populasi dinasti Han adalah sebanyak 57.641.400 pada puncak kekuasaannya. Dinasti Han terbentang hingga 6,5 juta kilometer persegi atau lebih dari 4 persen dari total luas daratan di dunia!

Oleh karena itu, tidak heran jika hingga saat ini kebudayaan Tiongkok tidak bisa lepas dari pengaruh Dinasti Han.

5. Kekaisaran Akhemeniyah/Persia Pertama (550 - 330 SM)

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?
nationalgeographic.com

Sejak pemerintahan Raja Koresh Agung, Kekaisaran Akhemeniyah menjadi salah satu kekuatan terbesar Persia di Asia Selatan dan Barat Daya.

Pada 550 SM, Raja Koresh menaklukkan Media untuk menciptakan Kekaisaran Persia Pertama. Raja Koresh sendiri adalah sosok yang lihai dalam hal taktik dan politik dan hal tersebut memungkinkannya untuk menggabungkan daerah Lydia dan Kekaisaran Neo-Babilonia ke dalam Kekaisaran Akhemeniyah.

Kemudian, Kekaisaran Akhemeniyah memperluas wilayahnya ke Mesir dengan mengalahkan kerajaan Mesir ke-26.

Selain taktik dan politik, Raja Koresh sangat bijaksana dalam hal tata negara. Ia memilih untuk tidak memaksa rakyatnya mematuhi satu budaya. Malah, ia mengizinkan rakyatnya untuk memiliki hak dan tanggung jawab yang sama tidak peduli etnis atau budaya mereka, selama mereka mematuhi hukum dan membayar upeti.

Meskipun ini mungkin berhasil selama beberapa periode dan menjamin kesetiaan rakyat Babilonia, kebijakan tersebut tidak banyak membantu dalam memadamkan pemberontakan atau menjaga ketertiban.

Bisa dibilang, pasukan Akhemeniyah menghabiskan lebih banyak waktu untuk menjaga tata tertib di dalam wilayah kekaisaran daripada melindungi perbatasan kekaisaran.

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?
warhistoryonline.com

Pada masanya, Kekaisaran Persia Pertama melihat banyak kemajuan. Salah satunya adalah mendirikan kota Persepolis yang berfungsi sebagai ibukota kekaisaran dan akan menjadi rumah bagi raja-raja Persia berikutnya.

Kekaisaran Akhemeniyah dipenuhi dengan kota-kota besar, kuil, makam, dan istana yang menampilkan inspirasi dari berbagai budaya, cerminan dari kekaisaran itu sendiri.

Sayangnya, Kekaisaran Akhemeniyah berakhir pada 330 SM, sebagian besar dikarenakan upeti yang dikenakan pada bangsa dan warga negara jajahannya. Bayangkan saja, setiap negeri diharapkan menyediakan barang, jasa, dan upeti hingga Rp2,7 triliun per tahun!

Upeti tersebut begitu besar sehingga menyebabkan seluruh Kekaisaran Akhemeniyah mengalami krisis ekonomi.

Selain itu, pemerintah Kekaisaran Makedonia, Aleksander Agung, mengalahkan Akhemeniyah di tiga peperangan utama: Granicus, Issus, dan Gaugamela. Pada 330 SM, Persia membuat pertahanan terakhirnya melawan Aleksander di Gerbang Persia.

Ketika Aleksander Agung tiba, ia dan pasukannya dengan mudah menaklukkan tentara Akhemeniyah di Susa dan membagikan harta Persia di Persepolis untuk negeri-negeri miskin agar dapat membangun kembali kota-kotanya.

Dikarenakan Aleksander mempertahankan sebagian besar struktur pemerintahan Persia Pertama, ia dianggap oleh sebagian orang sebagai pemimpin Achaemenid yang terakhir.

6. Kekaisaran Seleukia (312 - 63 SM)

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?
historyofmacedonia.org

Kekaisaran Seleukia didirikan oleh Seleukos I Nicator setelah memecah kekaisaran Alexander Agung.

Untuk bagiannya, Seleukos mengambil Babilonia dan akhirnya memperluas kerajaannya sendiri untuk memasukkan banyak wilayah Aleksander Agung di dekat wilayah timur.

Kekaisaran Seleukia mencakup Persia, Levant, Anatolia, dan Mesopotamia. Seleukos bahkan pergi ke India untuk membuat kesepakatan dengan Kekaisaran Maurya untuk menukarkan menyerahkan wilayah timur Seleukia dan putrinya seharga 500 gajah perang. Gajah perang tersebut membantu Seleukos mengendalikan Anatolia dan sebagian Suriah.

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?
cointalk.com

Setelah Seleukos dibunuh, putranya,  Antiokhus I Soter, dibebankan dengan tanggung jawab mempertahankan Kekaisaran Seleukia yang sangat besar. Tetapi, Antiokhus masih mampu memperluas Kekaisaran Seleukia dan menyelesaikan visi Aleksander Agung di Eropa.

Kekaisaran Seleukia terbukti sulit dikendalikan oleh para penguasa setelah Seleukos sampai Antiokhus III. Ia yang berhasil memperluas Kekaisaran Seleukia sampai ke India dan Yunani. Hal tersebut berjalan lancar sampai Antiokhus dihentikan oleh Kekaisaran Romawi.

Kekaisaran Seleukia begitu luas sehingga selalu sulit untuk dikelola dan tidak stabil. Hal tersebut karena kekaisaran mengikuti contoh Alexander Agung dan menciptakan kota-kota Yunani di seluruh kekaisaran yang memungkinkan kolonisasi dari daratan Yunani.

Untuk memperkuat perdagangan, banyak kota dipaksa mengikuti agama, politik, dan praktik Helenistik agar mempermudah perdagangan.

Beberapa setuju dengan model Helenistik, sementara yang lain seperti orang Yahudi yang kekeh dengan budaya dan agamanya memberontak dan mendapatkan kemerdekaan mereka dari Kekaisaran Seleukia.

6 Kerajaan Adidaya di Masa Sebelum Masehi, Pernah Dengar Semua?
wikipedia.org

Oleh karena ukurannya dan sifatnya yang tidak stabil, maka Kekaisaran Seleukia berakhir ambyar. Hanya sedikit penguasa kekaisaran Seleukia mampu menjaga ketertiban atas kekaisaran yang begitu luas dengan populasi yang begitu beragam.

Pengaruh Kekaisaran Seleukia menurun drastis setelah takluk pada Kekaisaran Romawi dan ganti rugi besar yang harus dibayar.

Antiokhus IV Epifanes mencoba memperluas Kekaisaran Seleukia tetapi ia menghadapi dua masalah: Parthia dan Romawi yang juga ingin memperluas dan Pemberontakan Makabe, yaitu pemberontakan kaum Yahudi di wilayahnya.

Belum lagi, keturunan Antiokhus IV saling menggulingkan dan tidak terbukti kompeten dalam mengurus Kekaisaran Seleukia.

Dari pengaruh yang besar, Kekaisaran Seleukia menjelma menjadi sebuah daerah yang dianggap tidak penting oleh para negeri tetangganya. Akhirnya di bawah kendali Kekaisaran Romawi, Kekaisaran Seleukia terpecah oleh perang saudara antara Antiokhus XIII Asiatikus dan Filipus II Filoromaeus dan runtuh pada 63 SM.

Sekian, itulah enam kerajaan adidaya yang hadir pada masa Sebelum Masehi. Beberapa kerajaan tersebut runtuh dikarenakan pihak-pihak haus kekuasaan, tata negara yang tidak baik, dan perang saudara yang tak terelakkan

5 Kebiasaan Aneh yang Dimiliki Keluarga Kerajaan Sepanjang Sejarah

Ada yang suka mengadu tahanan hingga mati

5 Kebiasaan Aneh yang Dimiliki Keluarga Kerajaan Sepanjang Sejarah

Ketika kita memikirkan anggota kerajaan, pasti yang terlintas di pikiran adalah putri-putri cantik dan para pangeran yang menawan. Sejarah mengungkapkan bahwa penguasa kehidupan nyata kadang-kadang lebih mirip dengan penjahat dalam buku cerita: para penyihir gila, orang aneh, dan bahkan sekumpulan keluarga pembunuh. 

Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa, meskipun memiliki keistimewaan, menjadi anggota kerajaan itu rumit. Akses ke kekayaan besar dapat merusak mental. Berikut adalah daftar bangsawan paling aneh dan keluarga kerajaan paling aneh sepanjang sejarah, apa yang membuat mereka seperti itu, dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi negara yang mereka kuasai.

1. Elagabalus

5 Kebiasaan Aneh yang Dimiliki Keluarga Kerajaan Sepanjang Sejarah
dailymail.co.uk

Gelar kerajaan: Kaisar Roma

Kegilaan: Elagabalus adalah seorang hedonis yang senang menonton orang menderita.

Elagabalus, yang naik takhta pada tahun 218 M, adalah seorang Kaisar Romawi yang dikenal karena perilakunya selalu ingin menjadi penguasa paling kejam sepanjang masa.

Berikut adalah daftar beberapa kegiatan kerajaan paling aneh Elagabalus:

  • Dia merantai wanita telanjang ke kereta, seperti kuda, dan mencambuk mereka saat mereka menariknya.
  • Dia merilis ular beracun ke penonton permainan gladiator dan menyaksikan orang banyak panik dan mati karena gigitan beracun.
  • Dia mengikat tamu makan malam ke roda air untuk menyaksikan mereka perlahan tenggelam.
  • Dia melemparkan emas dan perak dari balkon menara dan menikmati rakyat jelata yang bertengkar dan sekarat karena uang.
  • Dia melepaskan singa dan macan tutul saat pesta.
  • Dia mengisi posisi dalam pemerintahan berdasarkan ukuran penis pria.
  • Ketika penasihat utamanya memperingatkannya bahwa dia harus menjalani kehidupan yang lebih hemat dan bijaksana demi kelangsungan kerajaan, dia menikam penasihat itu sampai mati.

2. Nero

5 Kebiasaan Aneh yang Dimiliki Keluarga Kerajaan Sepanjang Sejarah
newsoboz.org

Gelar Kerajaan: Kaisar Roma

Kegilaan: Seorang narsisis dan sadis, dia membunuh ibunya dan membiarkan Roma terbakar habis.

Ketika membicarakan Nero, jelas dia mendapatkan kemampuan berpolitiknya yang hebat dari ibunya. Ibu Nero, Agrippina, mengatur naiknya Nero ke tahta pada tahun 54 M dengan menikahi pamannya, Claudius, dan meyakinkannya untuk mengangkat Nero sebagai Kaisar alih-alih putranya sendiri, sebelum meracuni Claudius hingga mati. Ketika Nero berkuasa, ia mengambil pelajaran dari buku pedoman ibunya dan mulai menjatuhkan semua orang yang mengancam atau bahkan mengganggunya, termasuk ibunya. Dia juga membunuh istrinya sendiri, Octavia, ketika dihalangi jalannya.

Meskipun membawa beberapa bentuk sosial dan politik yang positif, hedonisme Nero terus menggerogotinya. Dia memiliki banyak istri dan kekasih, menghabiskan banyak uang untuk pemenuhan hasrat seksual pribadi, dan membunuh siapa saja yang berani mengkritik cara hidupnya.

Pada 64 M, kebakaran hebat menghantam Roma, meluluhlantakkan 75 persen kota. Banyak orang Romawi berpendapat bahwa Nero sendiri yang menyalakan api untuk memberi jalan bagi ia agar bisa membuat kastil baru. Bahkan jika dia tidak melakukannya sekalipun, dia juga tidak akan melakukan apa pun untuk menghentikannya, dan mungkin akan menyalahkan orang Kristen dan memulai periode penindasan dan penyiksaan orang Kristen di Roma.

3. Joanna of Castille

5 Kebiasaan Aneh yang Dimiliki Keluarga Kerajaan Sepanjang Sejarah
en.wikipedia.org/Charles_de_Steuben

Gelar Kerajaan: Queen of Castile and Aragon in Spain

Kegilaan: Obsesinya terhadap suaminya mendorongnya untuk menyimpan mayat suaminya agar tetap bersamanya setiap saat.

Joanna dari Castile adalah putri Ferdinand dan Isabella, yang terkenal di Amerika sebagai bangsawan Spanyol yang mengirim Christopher Columbus dalam pelayaran ke baratnya. Joanna menikah dengan Philip I dari Burgundy, putra Kaisar Romawi Suci. Dia sangat berbakti kepada suaminya, dan memberinya enam anak, yang semuanya menjadi kaisar dan ratu.

Joanna meraih gelarnya "Juana La Loca" karena obsesinya yang berlebihan terhadap suaminya. Setelah kematian mendadak suaminya pada tahun 1506, Joanna menolak untuk dipisahkan dari mayat Philip yang telah dibalsam. Dia menyimpannya di kamarnya dan bahkan membawanya ke mana-mana. Terlepas dari tahtanya sebagai Ratu Castile dan Aragon, keluarganya tidak pernah melihatnya sebagai orang yang tepat untuk memerintah, dan putranya Charles akhirnya mengambil peran sebagai pemimpin negara yang sebenarnya.

4. Mustafa I

5 Kebiasaan Aneh yang Dimiliki Keluarga Kerajaan Sepanjang Sejarah
alchetron.com

Gelar Kerajaan: Sultan of the Ottoman Empire

Kegilaan: Satu-satunya masa di mana ia tidak dikekang dalam penjara adalah saat ia menjadi raja.

Mustafa I memiliki masa kecil yang tidak biasa. Ketika saudaranya Ahmed I naik takhta Kekaisaran Ottoman pada 1603, tradisi Ottoman menyatakan bahwa ia harus mengeksekusi saudaranya untuk mencegahnya dari perebutan takhta. Namun, Ahmed yang berusia 13 tahun menyelamatkan nyawa saudara lelakinya yang berusia 12 tahun, dan malah menahannya di penjara tanpa jendela.

Mustafa dipenjara selama 14 tahun, yang berdampak buruk pada kesehatan mentalnya. Kematian kakaknya menandai kenaikan Mustafa dari penjara ke tahta, tetapi kegilaan sudah telanjur mengganggu kekuasaannya. Setelah waktu yang singkat di atas takhta, ia digulingkan, digantikan oleh keponakannya Osman, dan dikirim kembali ke penjara.

Setelah kematian Osman, para bangsawan mengembalikan Mustafa ke tampuk kekuasaan. Ketika dia menolak untuk meninggalkan penjaranya, mereka menariknya keluar dan mengangkatnya di atas takhta. Mustafa meyakinkan dirinya sendiri bahwa Osman sebenarnya masih hidup dan menghabiskan berjam-jam di istana untuk mencari keponakannya, memohon Osman untuk mengambil takhta raja darinya. Akhirnya, dia menurunkan takhta ke keponakannya yang lain, Murad, dan Mustafa I kembali ke penjara, di mana dia akhirnya meninggal pada usia 47 tahun.

5. Catherine The Great

5 Kebiasaan Aneh yang Dimiliki Keluarga Kerajaan Sepanjang Sejarah
history.com

Gelar Kerajaan: Empress of Russia

Kegilaan: Orientasi seksual Catherine menyebabkan desas-desus bahwa ia sebenarnya seorang bestiality (tertarik secara seksual dengan binatang).

Catherine The Great adalah sesuatu yang anomali dalam daftar ini, karena dia bukan penguasa yang buruk pemerintahannya. Dia mencanangkan reformasi besar-besaran untuk Rusia dan membuat penguasa perempuan terlihat kuat dan mampu di saat laki-laki kebanyakan berkuasa. Sementara kehidupan profesionalnya sebagai penguasa Rusia berkembang, kehidupan pribadinya sedikit lebih kontroversial.

Catherine terlahir sebagai Sophie von Anhalt-Zerbst di Jerman dan menikahi Peter III pada tahun 1745. Banyak sejarawan percaya bahwa tidak satu pun dari keempat anaknya bukan anak kandung Peter III. Setelah Peter III menguasai Rusia dan membuat keputusan untuk mengakhiri perang Rusia dengan Prusia, Catherine berkonspirasi dengan para bangsawan untuk menggulingkan suaminya. Dia dibunuh oleh saudara lelaki dari kekasih barunya, Gregory Orlov.

Sejak saat itu, Catherine memerintah Rusia, mengambil dan bergonta-ganti pasangan sesuka hati. Dia menghadiahkan satu kekasihnya dengan seribu budak, dan menjadikan yang lain Raja Polandia, hanya untuk mengobarkan perang padanya ketika dia tidak terbukti menjadi boneka yang dia inginkan. Banyak sejarawan percaya kisah kematiannya yang saat berhubungan seks dengan kuda adalah upaya musuh-musuhnya untuk mendiskreditkannya.

Menjadi anggota kerajaan mungkin tak seenak dan tak semudah kelihatannya karena akan selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kekuasaan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

14 October 2022

ruang lingkup hukum pidana

Hukum pidana terbagi 3
Asas ruanglingkup hukum pidana,pasal 1 ayat 1,
Asas legalitas,apabila,

19 March 2022

Paradigma Sosiologi

Paradigma sosiologi:cara pandang suatu masyaratkat
Padigma secara umum,paradigma factor sosial.mempunyai 4 teori
1 fungsionalis struktur(menyangkut fakta sosial)
2 komplik
3 sistem
4 sosiologi materi


18 March 2022

Logika Hukum

Logika Hukum menurut :
Logika Hukum,ada dua persi,
Contoh 362 menyikapi suatu pelangara yang digunakan,

17 March 2022

luang lingkup hukum

Ilmu hukum bisa melalui media cetak dan elektronik,


12 March 2022

tarif baru Dakota cargo

sosiologi hukum

Aguste conte=bapak sosiologi
Evolusi manusia
1.teologis=tetang perciptaan manusia
2.metafis/metafisika:abtrak
3.positif.nyata

26 July 2020

Dakota cargo Lubuklinggau

Dakota cargo,adalah perusahaan jasa angkutan barang yang biasa dikita kenal dimasyarakat(expedisi barang).dakota cargo mulai hadir dilubuklinggau pada tahun 2010,dan pernah vakum.pada tahun 2013 dakota cargo membuka kembali perwakilannya/agenya dilubuklinggau.yang beralamat dijalan jend.besar HM.Soeharto no.06 Rt 03 kelurahan simpang simpang priuk kecamatan lubuklinggau selatan II.dakota cargo Lubuklinggau melayani pengiriman barang baik itu partai besar maupun kecil.dakota cargo lubuklinggau juga melayani pengiriman motor,sepeda,dan juga melayani sewa/carter.
bagi masyarakat lubuklinggau yangau pindah rumah,kami melayani angkut barang pindahan rumah tangga.

04 May 2020

Ada 12 kaum dibinasakan Allah,dan ganti kehudupan baru

Reruntuhan komplek Istana Ratu 

Dalam Al Quran, banyak sekali diceritakan kisah-kisah umat terdahulu yang telah dibinasakan oleh Allah karena mereka mengingkari utusan-Nya dan melakukan berbagai penyimpangan yang telah dilarang. Dosa yang mereka lakukan sudah sedemikian menggurita. Sekalipun bangsa-bangsa tersebut dalam kategori/deretan bangsa yang kuat dan maju (secara pisik), ditandai dengan income yang surplus, memiliki teknologi yang sangat canggih.

Sebagian dari perdaban manusia ini ada yang masih bisa ditemukan oleh ilmi pengetahuan, namun ada pula tak ditemukan jejaknya arena sudan ribbaan tahun lampau. Hanya kita suci yang sanggup menceritakannya. A

Sesungguhnya siksa di dunia ini tidak akan diturunkan oleh-Nya tanpa ada sebab-sebab yang mengundangnya/menyertainya. Dia tidak menurunkan siksa-Nya secara mendadak. Kecuali mayoritas penghuninya telah berbuat kerusakan. Sedangkan kritik sosial (amar bil ma’ruf dan nahi ‘anil munkar) diabaikan. Berarti penyakit sosial sudah menular. Sehingga yang ma’ruf (dikenali hati) menjadi munkar (diingkari hati). 

Yang mungkar menjadi makruf. Efeknya pihak yang berada level elitis (qiyadah) adalah preman yang didukung pemodal (jaladul fajir), orang yang shalih lemah dan terisolir dari akses ekonomi dan kekuasaan (‘ajzuts tsiqati).

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Kerusakan di darat dan di laut adalah akibat perilaku buruk manusia sendiri. Allah menimpakan adzab kepada manusia akibat dari sebagian keburukan yang mereka lakukan. Dengan adanya adzab itu semoga mereka mau bertaubat kepada Allah.” (QS: Ar Rum [30]: 41)

Merujuk Kitab Shofwatut Tafasir oleh Syeikh Ali Ash Shobuni “bima kasabat aidinnas” artinya bi sababi katsrati dzunubihim (disebabkan banyaknya dosa-dosa mereka).

Man saa-a khuluquhi ‘adzdzaba nafsahu (barangsiapa yang jelek akhlaknya  menyakiti diri sendiri). Kata Ali bin Abi Thalib. Itulah bentuk keadilan Allah Subhanahu Wata’ala di dunia. Berbuat baik membuat hati pelakunya senang, berbuat dosa akan dirasakan oleh pelakunya adanya gugatan batin (nafsu lawwamah). Jika tidak diselesaikan akan menjadi penyakit jiwa. Bahkan dosa tersebut menyakiti pepohonan, hewan dan makhluk lainnya, hanya saja kita tidak memahami secara persis keluhan mereka. Besok pohon ghorqod akan berbicara untuk menunjukkan kepada kita tempat persembunyian Yahudi.

كَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ هِيَ أَشَدُّ قُوَّةً مِّن قَرْيَتِكَ الَّتِي أَخْرَجَتْكَ أَهْلَكْنَاهُمْ فَلَا نَاصِرَ لَهُمْ

“Dan betapa banyaknya negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari pada (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolongpun bagi mereka.” (QS: Muhammad [47]: 13).

Berikut  ini adalah bukti-bukti dari campur tangan ghaib (Allah subhanahu wa ta’ala)  atas kehancuran 12 kaum.

1. Kaum Nabi Nuh   

Nabi Nuh berdakwah selama satu melenium lebih (950 tahun), namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh.

قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوْتُ قَوْمِي لَيْلاً وَنَهَاراً
فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَائِي إِلَّا فِرَاراً
وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَاراً

Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). dan Sesungguhnya Setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat.” (QS. Nuh (71) : 5-7).

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحاً إِلَى قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَاماً فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

“Lalu, Allah mendatangkan banjir yang besar, kemudian menenggelamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istri Nabi Nuh.” (QS: Al-Ankabut [29]: 14).

2. Kaum Nabi Hud

Nabi Hud diutus untuk kaum ‘Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa (QS At Taubah: 70, Al Qamar: 18, Fushshilat: 13, An Najm: 50, Qaaf: 13).

أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وِأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانَ اللّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَـكِن كَانُواْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka Rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka Allah tidaklah sekali-kali Menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri.” (QS: At Taubah (9) : 70).

‘Aad adalah kaum Nabi Hud, Tsamud ialah kaum Nabi Shaleh; penduduk Madyan ialah kaum Nabi Syu’aib, dan penduduk negeri yang telah musnah adalah kaum Nabi Luth a.s.

كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ

“Kaum ‘Aad pun mendustakan(pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.” (QS: Al Qamar (54) : 18).

فَإِنْ أَعْرَضُوا فَقُلْ أَنذَرْتُكُمْ صَاعِقَةً مِّثْلَ صَاعِقَةِ عَادٍ وَثَمُودَ

“Jika mereka berpaling maka katakanlah: “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Aad dan Tsamud.” (QS: Fushilat [41]: 13).

وَأَنَّهُ أَهْلَكَ عَاداً الْأُولَى

“Dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum ‘Aad yang pertama, (QS: An Najm [53]: 50). “Dan kaum Aad, kaum Fir’aun dan kaum Luth.” (QS: Qaf [50]: 13).

3. Kaum Nabi Shalih

Nabi Shalih diutuskan Allah kepada kaum Tsamud. Nabi Saleh diberi sebuah mukjizat seekor unta betina yang keluar dari celah batu. Kemudian Nabi Shalih membuat jadual minum. Namun, kaumnya tidak mau antri dengan unta. Bahkan, mereka membunuh unta betina tersebut sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka (QS ALhijr: 80, Huud: 68, Qaaf: 12).

وَلَقَدْ كَذَّبَ أَصْحَابُ الحِجْرِ الْمُرْسَلِينَ

“Dan Sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan rasul-rasul.” (QS: Al Hijr [15]: 80).

Penduduk kota Al-Hijr ini ialah kaum Tsamud. Al-Hijr tempat yang terletak di Wadi Qura antara Madinah dan Suriaah. Yang dimaksud Rasul-rasul di sini ialah shaleh. Mestinya di sini disebut rasul, tetapi disebut Rasul-rasul (Jama’) karena mendustakan seorang Rasul sama dengan mendustakan semua rasul-rasul.

كَأَن لَّمْ يَغْنَوْاْ فِيهَا أَلاَ إِنَّ ثَمُودَ كَفرُواْ رَبَّهُمْ أَلاَ بُعْداً لِّثَمُودَ

“Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, Sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.” (QS: Hud [11] : 68).

Demikian cepatnya mereka dihancurkan oleh guntur itu, sehingga mereka hancur lebur oleh guntur itu, tanpa bekas, seakan-akan mereka tidak pernah ada.

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ

“Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud.” (QS: Qaf [50]: 12).*

Kaum Nabi Syuaib

Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Madyan. Kaum Madyan ini dihancurkan oleh Allah karena mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perdagangan. Bila membeli, mereka minta dilebihkan dan bila menjual selalu mengurangi. Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Kendati mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa (QS Attaubah: 70, Alhijr: 78, Thaaha: 40, dan Alhajj: 44).

Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah. Mereka menyembah sebidang padang tanah yang pepohonannya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah) (QS AlHijr: 78, Alsyu’araa: 176, Shaad: 13, Qaaf: 14).

Firaun

Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan azab Allah. Namun, Firaun malah mengaku sebagai tuhan. Ia akhirnya tewas di Laut Merah dan jasadnya berhasil diselamatkan. Hingga kini masih bisa disaksikan di museum mumi di Mesir (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92).

Ashab Al-Sabt

Mereka adalah segolongan fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestina). Mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Mereka akhirnya dibinasakan dengan dilaknat Allah menjadi kera yang hina (QS Al-A’raaf: 163).

Ashab Al-Rass

Rass adalah nama sebuah telaga yang kering airnya. Nama Al-Rass ditujukan pada suatu kaum. Konon, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Saleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Syuaib. Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (adapula yang menyebut bin Shofwan). Mereka menyembah patung. Ada pula yang menyebutkan, pelanggaran yang mereka lakukan karena mencampakkan utusan yang dikirim kepada mereka ke dalam sumur sehingga mereka dibinasakan Allah (Qs Alfurqan: 38 dan Qaf ayat 12).

Ashab Al-Ukhdudd

Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya. Sementara itu, sekelompok orang yang beriman diceburkan ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yanga tengah menggendong seorang bayi. Mereka dikutuk oleh Allah SWT (QS Alburuuj: 4-9).

Ashab Al-Qaryah

Menurut sebagian ahli tafsir, Ashab Al-Qaryah (suatu negeri) adalah penduduk Anthakiyah. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras (QS Yaasiin: 13).

Kaum Tubba’

Tubaa’ adalah nama seorang raja bangsa Himyar yang beriman. Namun, kaumnya sangat ingkar kepada Allah hingga melampaui batas. Maka, Allah menimpakan azab kepada mereka hingga binasa. Peradaban mereka sangat maju. Salah satunya adalah bendungan air (QS Addukhan: 37).

Kaum Saba

Mereka diberi berbagai kenikmatan berupa kebun-kebun yang ditumbuhi pepohonan untuk kemakmuran rakyat Saba. Karena mereka enggan beribadah kepada Allah walau sudah diperingatkan oleh Nabi Sulaiman, akhirnya Allah menghancurkan bendungan Ma’rib dengan banjir besar (Al-Arim) (QS Saba: 15-19). 

03 May 2020

Sejarah air sumur Zam-zam makkah

Sejarah Sumur Zamzam di Makkah. Foto: Para jamaah haji baik perepmuan dan wanita bertawaf di sekitar Ka
Sejarah Sumur Zamzam di Makkah. Foto: Para jamaah haji baik perepmuan dan wanita bertawaf di sekitar Ka

Rasanya, tidak ada satu pun umat Muslim yang tak mengetahui soal air zamzam. Salah satu mukjizat yang tak bisa diingkari dari sumur air zamzam ini adalah airnya yang tak pernah mengering. Sejak zaman Nabi Ibrahim AS hingga kini, air di sumber ini masih saja mengalir. Padahal, jutaan orang memanfaatkan air ini.

Lebih dari itu, rasa air zamzam pun berbeda dengan air yang ada di daerah lain. Rasanya lebih segar dibanding air tersegar dari negeri mana pun. Yang paling menakjubkan, meski disimpan selama bertahun-tahun, air zamzam tidak berlumut. Karena itu, pada setiap musim haji, banyak jamaah menjadikan air zamzam sebagai salah satu oleh-oleh yang wajib dibawa pulang.

Namun, bagaimana sebenarnya sejarah air zamzam? Berbagai hadits shahih menyebutkan bahwa sumur zamzam berawal dari satu peristiwa yang dialami Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim, bersama anaknya yang masih menyusui, Ismail AS. Peristiwa yang dialami Siti Hajar ini pula yang menjadi dasar pelaksanaan proses haji.

Alkisah, Siti Hajar dan anaknya, Ismail, ditinggalkan sendirian oleh suaminya, Ibrahim AS, di salah satu tempat di Makkah. Kala itu, Makkah merupakan wilayah tandus tak berpenghuni karena tidak ada sumber mata air. Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail karena harus melaksanakan perintah Allah.

Suatu saat, bekal kurma dan air yang ditinggalkan Nabi Ibrahim untuk istri dan anaknya habis. Nabi Ismail yang saat itu masih balita pun menangis terus-menerus karena dahaga. Siti Hajar yang tak tega melihat putranya dalam keadaan seperti itu menjadi kebingungan.

Beliau berlari ke puncak Bukit Safa dan Marwah dengan harapan bisa melihat orang yang melintas dan meminta pertolongan. Namun, hingga tujuh kali berlari, pulang-pergi dari puncak Safa dan Marwah, tidak juga ditemui orang yang melintas. Terkait kejadian itu, HR Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, Itulah (asal mula) sai yang dilakukan sekarang antara Safa dan Marwah.”

Terakhir, ketika kembali ke Bukit Marwah, Siti Hajar berdoa, Berikanlah pertolongan kepadaku jika engkau mempunyai kebaikan.” Saat itulah terlihat malaikat Jibril. Dalam hadis Sayyidina Ali RA yang diriwatkan Imam Tobari, disebutkan bahwa Malaikat Jibril bertanya, Siapakah engkau?” Siti Hajar menjawab, Aku adalah Hajar, ibu Ismail.” Jibril kembali bertanya, Kepada siapa engkau berdua dipasrahkan?” Siti Hajar menjawab, Kepada Allah.”

Mendapat jawaban itu, malaikat Jibril berkata, Engkau berdua telah dipasrahkan kepada Yang Maha Mencukupi.”

Selanjutnya, malaikat Jibril mengais tanah dengan tumit kakinya. Namun, dalam riwayat lain, disebutkan dengan sayapnya. Di tempat Jibril itu, terpancarlah air. Demikianlah kisah sumber air zamzam.

Setelah mata air ada di Makkah, wilayah itu berkembang menjadi permukiman penduduk. Setelah Siti Hajar dan Ismail bermukim di sekitar sumber air zamzam tersebut, orang yang kemudian bermukim di wilayah itu adalah orang-orang dari suku Jurhum, Yaman.

Dari segi keutamaannya, sebagian ulama telah mengumpulkan berbagai fadilah dan keutamaan air zamzam. Mereka menyebutkan air zamzam dengan berbagai julukan. Misalnya, air surga (maa’ul-jannah) karena penuh berkah dan manfaat; pencuci kalbu karena malaikat Jibril mencuci kalbu Rasulullah dengan air ini; air berkah karena Rasulullah SAW senang meminumnya; serta air penyembuh karena diyakini bisa menyembuhkan penyakit hati ataupun penyakit jasmani.

02 May 2020

Panglima Militer Ottaman,penakluk kontatinopel

Komandan pasukan kavaleri Kesultanan Utsmaniyah (Kerajaam Ottoman) bernama Ulubatli Hasan, sangat berkesan dalam pertempuran ini.

 Sejarah dunia mencatat perang mahadahsyat terjadi di Konstantinopel, ibukota Kekaisaran Romawi di bagian timur, 29 Mei 1453. Bukan cuma Sultan Mehmed II yang jadi sosok mahsyur dalam penaklukkan itu. Seorang komandan pasukan kavaleri Kesultanan Utsmaniyah (Kerajaam Ottoman) bernama Ulubatli Hasan, dikenang usai kematiannya dalam pertempuran ini.

Kisah keberanian Hasan diabadikan oleh mendiang penulis asal Amerika Serikat (AS), John Freely, dalam bukunya “The Companion Guide to Istanbul: And Around the Mamara” yang diterbitkan pada tahun 2000 silam.

Saat pasukan Ottoman di bawah komando Sultan Mehmed II melakukan serangan terakhirnya ke benteng Konstantinopel usai Salat Subuh. Setelah sangkakala berbunyi, ribuan pasukan Ottoman bergerak maju ke arah benteng.

Dalam buku tersebut, Hasan memimpin 30 orang anak buahnya untuk bergerak cepat memanjat dinding benteng Konstantinopel. Hanya bermodalkan pedang dan sebuah perisai, serta satu bendera Kesultanan Ottoman, Hasan dan pasukannya jadi yang pertama berhasil memanjat dinding benteng.

Pasukannya pun berjatuhan akibat hujan anak panah yang dilepaskan pasukan Konstantinopel. Meski di bawah hujan anak panah, keberanian Hasan tetap terjaga dan mampu mencapai puncak benteng.

Sayang, meski mampu menggapai puncak benteng tajamnya anak panah pasukan Konstantinopel pun merobek badannya. Freely mencatat, ada 27 anak panah yang menancap di tubuh Hasan yang saat itu masih berusia 25 tahun.

Sebagai seorang perwira militer, Hasan tak menyerah begitu saja. Meski nyawanya sudah hampir hilang, ia tetap berusaha menumbangkan prajurit Konstantinopel di atas Benteng, hingga akhirnya 12 orang anak buahnya tiba dan membantunya. 

Sesaat kemudian, bendera merah dengan bulan sabit dan bintang berhasil dikibarkan Hasan di salah satu sudut benteng. Sayang, hanya beberapa saat simbol Islam itu berkibar, tubuh Hasan pun roboh. Hasan pun menghembuskan nafas terakhirnya dan selalu dikenang sebagai salah satu martir Islam yang paling mahsyur dalam sejarah.

Tak cuma Freely yang mengabadikan kisah heroik Hasan dalam bukunya. Sebuah film berjudul “Fetih 1453” yang keluar pada tahun 2012, juga menunjukkan bagaimana keberanian Hasan menunjukkan kekuatan Islam di era itu. Dalam film karya sutradara papan atas Turki, Faruk Aksoy, sosok Hasan diperankan oleh aktor yang juga berasal dari Turki, Ibrahim Celikkol.

penyemangat rasullulah pada perang uhud,ummu umarah.

Suasana di kaki Gunung Uhud, Madinah, Rabu (12/9). Rekahan tak jauh dari kaki gunung itu disebut sebagai tempat berlindung Rasulullah  saat pasukan Muslim terdesak pada Perang Uhud.
Suasana di kaki Gunung Uhud, Madinah, Rabu (12/9). Rekahan tak jauh dari kaki gunung itu disebut sebagai tempat berlindung Rasulullah saat pasukan Muslim terdesak pada Perang uhud

'Siapakah yang sanggup melakukan seperti yang engkau lakukan, wahai Ummu Umarah?” ujar Rasulullah memuji.

Bukit Uhud, 7 Syawal 3 H/ 22 Maret 625 M.  Sekitar 700 pasukan tentara Muslim yang dipimpin Rasulullah SAW bertempur melawan 3.000 tentara kafir di bawah komando Abu Sufyan. 

Kemenangan yang hampir diraih umat Islam, berubah menjadi kekalahan, setelah pasukan Muslim mengabaikan perintah Rasulullah SAW.

Pasukan kafir pun memukul balik serangan tentara Muslim.  Mereka berniat untuk membunuh Rasulullah SAW. 

Melihat pasukan Muslim yang terjepit, seorang prajurit Muslimah bernama Ummu Umarah atau Nasibah binti Ka'ab al-Anshariyah justru tampil mengangkat pedang. 

Dengan penuh keberanian, Ummu Umarah menghadang laju tentara kafir yang berniat membunuh Nabi Muhammad SAW.

''Siang itu, sambil membawa sekendi air, saya keluar menuju Uhud untuk menyaksikan pertempuran kaum Muslimin.  Awalnya, tentara Muslim memenangkan pertempuran.  Namun, ketika pasukan Islam mulai kalah, saya langsung terjun ke medan laga. Saya halau segala serangan yang datang ke arah Rasulullah dengan pedang saya,'' kisah Ummu Umarah seperti dituturkan Ibnu Sa'ad dalam Thabaqat. 

Ummu Umarah adalah sosok Muslimah yang ikut berjihad dan pemberani, dan tidak takut mati di jalan Allah. Keberanian wanita dari Bani Mazim An-Najar itu membuat Rasulullah SAW bangga. ''Siapakah yang sanggup melakukan seperti yang engkau lakukan, wahai Ummu Umarah?” ujar Rasulullah memuji.

Ia salah satu dari wanita Madinah yang bersegera masuk Islam. Mujahidah yang satu ini juga tercatat sebagai satu dari dua Muslimah yang pergi bersama generasi Anshar ke Makkah untuk berbai’at kepada Rasulullah. Keluarga Ummu Umarah dikenal sangat pemberani. 

Ketika Rasulullah SAW memimpin pasukannya menuju bukit Uhud, ia bersama suaminya, Ghaziyah bin Amr serta dua buah hatinya, Abdullah dan Hubaib tutur bergabung. Awalnya, Ummu Umarah bertugas sebagai perawat tentara yang terluka serta menyediakan minuman.

Ummu Umarah tak gentar saat menghadapi Ibnu Qumai'ah yang penuh amarah hendak membunuh Rasulullah. Serangan demi serangan, ia halau dengan pedangnya. 

Hingga, ia mengalami luka pada bagian pundaknya. Ummu Umarah mengisahkan peristiwa heroik yang dialaminya pada Perang Uhud dengan penuh semangat.

“Aku melihat banyak di antara kaum Muslimin yang lari kocar-kacir dan menginggalkan Rasulullah. Hingga tinggal tersisa beberapa orang yang melindungi beliau termasuk aku, kedua anakku, sedangkan suamiku berada di depan beliau untuk melindunginya. Dan Rasulullah melihat aku tidak bersenjata,'' ungkap Ummu Umarah.

Saat  melihat seorang tentara Muslim yang mundur, Rasulullah pun berkata,''Berikan senjatamu kepada orang yang sedang berperang.”  Ummu Umarah pun lalu mengambil pedang yang dilembaprkan tentara yang lari tersebut dan segera melindungi Nabi SAW dari gempuran musuh.

Ummu Umarah adalah teladan bagi para Muslimah. Ia telah mengorbankan dirinya  di jalan  jihad membela agama Islam. 

Ia telah menunaikan kewajibannya sesuai dengan kemampuannya, baik di waktu perperang maupun di waktu aman. 

Ia telah turut serta bersama Rasulullah SAW  dalam Bai’atur Ridwan di Hudaibiyah, yaitu bai’at perjanjian untuk membela agama Allah. 

Tak hanya berjuang di Perang Uhud, Ummu Umarah pun tampil mengangkat panji-panji pasukan Muslim Perang Hunain. Tak lama setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW,  sebagian kabilah yang dipimpin Usailamah al-Kadzab murtad. 

Bahkan, Usailamah mengaku sebagai nabi. Khalifah pertama Abu Bakar ash-Shidiq pun memutuskan untuk memerangi nabi palsu itu.

Mendengar kabar itu, Ummu Umarah pun segera  mendatangi Abu Bakar Ash-Shidiq. Ia mohon izin untuk turut berjuang ke medan perang bersama pasukan Muslim yang akan memerangi orang-orang murtad dari Islam. Mendenfar permohonan itu, Abu Bakar pun berkata, ''Sungguh kami telah menyaksikan pengorbananmu di medan jihad, maka keluarlah (untuk berperang) dengan menyebut nama Allah.”

Secara khusus, Rasulullah SAW pun mendoakan Ummu Umarah. Ketika sang mujahidah terluka,  Rasulullah SAW berkata kepada putra Ummu Umarah, ''Ibumu! Ibumu! Balutlah lukanya.  Ya Allah, jadikanlah mereka teman-temanku di surga.''

Ummu Umarah adalah seorang sahabat Rasul yang senantiasa mengaplikasikan keislamannya dalam amal nyata. Keberaniannya dalam setiap situasi menjadikannya sosok pahlawan sejati.  

Obsesi hidupnya begitu mulia, yakni mencari kemuliaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Sebuah obsesi yang sungguh mulia.n

Rasululah menangis terseduh-seduh,melihat kematian pria tampan dari mekkah



Dalam berbagai riwayat disebutkan, Rasulullah SAW memiliki banyak sahabat yang amat luar biasa. Salah satu yang tersohor adalah Mush'ab bin Umair. 

Pemuda Quraisy yang digambarkan sebagai sosok yang sangat mulia, tampan, harum, gagah serta memiliki jiwa kepemudaan yang amat luar biasa.

Habib Ali Al-Kaff dalam sebuah kesempatan menyampaikan, Mush'ab merupakan pemuda yang sangat tampan luar biasa. 

Dia hidup bergelimang harta dan amat sangat dimanjakan oleh orangtuanya yang tersohor.

Dia menjadi salah seorang pemuda yang sangat beruntung dengan harta yang bergelimang. Pakaian yang ia kenakan setiap hari sungguh indah dan wangi. 

Tak banyak pemuda di Makkah yang menyerupainya saat itu. Karena ketampanannya itu pula, Mush'ab sering menjadi buah bibir para gadis di Makkah.

"Sayyiduna Mush'ab memiliki wajah yang mirip dengan Rasulullah SAW," terang Habib Ali Al-Kaff.

Suatu ketika, Mush'ab mendengar kabar tentang dakwah Rasulullah. 

Singkat cerita, Mush'ab mengakui dan mengimani ajaran Rasulullah dengan mengucapkan kalimat syahadat. 

Dia pun selalu datang dalam setiap kajian yang dilaksanakan bersama umat muslimin.

Awal memeluk Islam, ia menyembunyikan itu dari ibunya. 

Namun suatu ketika, sang ibu mengetahui jika putera yang sangat ia sayangi itu memeluk Islam. 

Sang ibu yang sangat berpendirian keras dan tegas pun tak terima dengan langkah yang diambil Mush'ab.

Ketika itu, Mush'ab pun diberikan pilihan untuk tetap pada ajaran nenek moyangnya atau memeluk ajaran Islam. 

Dengan tegas, Mush'ab memilih Islam dan meninggalkan seluruh kemewahan yang diberikan dan melekat pada dirinya sebagai pemuda Quraisy.

"Kancing baju yang ia kenakan saat berada di Madinah pun terbuat dari duri," tambah Habib Ali Al-Kaff yang menceritakan kehidupan Mush'ab saat melepas kesenangan dunia karena kecintaannya kepada Allah SWT.

Dia kembali mendatangi Rasulullah dengan mengenakan pakaian yang ditambal di sana sini, dan tak lagi wangi seperti sebelumnya. 

Mush'ab memilih tinggal disisi Rasulullah dan menjalankan syiar Islam. Dia juga senantiasa ikut serta dalam setiap peperangan.

Mush'ab sendiri gugur dalam Perang Uhud. Kematian Mush'ab, pemuda tampan yang penuh keberanian itu menbuat Rasulullah SAW merasakan kesedihan yang luar biasa. 

Saat menghampiri jasad Mush'ab yang tergeletak, Rasulullah SAW pun menangis hingga tersedu-sedu.

Saat itu, Rasulullah hendak mengenakan kafan pada Mush'ab dengan baju yang dikenakan Mush'ab saat perang. 

Namun saat kain pada bajunya ditarik hingga ke kepala, kaki Mush'ab kelihatan. Ketika kain ditarik ke kaki, kepala Mush'ab kelihatan.

Lalu Rasulullah berkata, " Wahai Mush'ab,, sungguh aku tak pernah melihat pakaian yang lebih indah selain pakaianmu di Makkah. Dan saat ini engkau wafat dan kain kafanmu tak cukup untuk menutup auratmu,".

Pelajaran yang dipetik dari sosok Mush'ab adalah, keteguhan hatinya yang amat luar biasa dalam keimanannya. 

Dia rela meninggalkan keindahan duniawi untuk mencapai ridha Allah SWT. Sebagai pemuda yang memiliki jiwa semangat tinggi, Mush'ab menjadi salah satu sahabat Rasulullah SAW yang sifatnya patut diteladani

30 April 2020

Agar bisa menyunting kekasih,nabi ya'kup ngapdi 14 tahun lamanya

Nabi Yakub, Mengabdi 14 Tahun Agar Bisa Menyunting Sang Kekasih
Nabi Yaqub AS memiliki dua belas orang anak yang Allah sebut mereka dengan sebutan asbat. Ilustrasi/Ist
sharethis sharing button
COBAAN Nabi Ishaq Alaihis Salam (AS) amatlah mirip dengan ayahandanya, Nabi Ibrahim AS, dalam hal keturunan. Nabi Ibrahim dikaruniai putra dari istrinya, Siti Sarah, pada saat usianya hampir 100 tahun. Ishaq lahir ketika ayah bundanya sudah renta. Rupanya, cobaan yang sama juga menimpa Nabi Ishaq AS. (Baca juga: Cobaan Nabi Ibrahim Menurun ke Nabi Ishaq, Susah Punya Anak).

Pada usia 40 tahun, Ishaq menikah. Beliau menikahi Rafqah binti Batu’il. Namun ternyata ujian yang pernah menimpa ayah bundanya, dialami pula oleh Nabi Ishaq AS. Istrinya, Rafqah, mandul.

Nabi Ishaq pantang putus asa. Beliau terus saja berdoa kepada Allah. Ia lahir berkat keajaiban dari-Nya. Maka bukan hal mustahil bagi Allah untuk memberi kembali keajaiban tersebut. Nabi Ishaq dan istrinya terus berdoa dengan harapan dan tawakal yang kuat.

Setelah penantian panjang, keajaiban itu pun datang. Rafiqah hamil dan ternyata Allah memberinya anak kembar. Ialah ‘Iish atau ‘Iishuu dan Ya’qub. Betapa bahagianya Nabi Ishaq. Ia dianugerahi dua orang putra di usianya yang telah senja.
‘Iish adalah nenek moyang bangsa Romawi. Yang kedua bernama Ya’qub. Disebut Ya’qub karena ia lahir dalam keadaan memegang tumit saudaranya. Ya’qub diangkat Allah menjadi seorang rasul. Ia juga disebut Israil, karena Nabi Ya’qub sering kali melakukan perjalanan di malam hari. 

Merantau
Nabi Ya’qub AS termasuk yang disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai, al-Karim ibnu al-Karim ibnu al-Karim ibnu al-Karim (HR al-Bukhari) ketika memuji keturunan Nabi Yusuf AS.

Karena keempat-empat nama tersebut adalah silsilah empat orang nabi yang tidak terputus. Yang Mulia anak Yang Mulia anak Yang Mulia anak Yang Mulia, Yusuf anak Ya’qub anak Ishaq anak Ibrahim Alaihimussalam.

Satu ketika Nabi Ya’qub berselisih dengan saudara kembarnya itu. Ibunda mereka berdua menasihati si bungsu untuk pergi menjauhkan diri ke tempat saudara bapaknya di Harran, Iraq. 

Keluarga Nabi Ishaq AS ketika itu tinggal menetap di Palestina. Ini bermakna, Nabi Ya’qub pergi ke tempat asal datuk baginda, Nabi Ibrahim AS.

Tiba di Harran, Ya’qub muda berjumpa dengan saudara bapaknya yang bernama Laban ibn Batuil, saudara lelaki bunda beliau. Di rumah Laban, Ya’qub tertarik hatinya dengan anak perempuan bungsu Laban yang bernama Rahil (Rachel). 

Ya’qub mengutarakan hasratnya dan gayung pun bersambut dengan syarat harus bekerja dengan Laban selama tujuh tahun. Ya’qub menyanggupi. Maka selama 7 tahun Ya'kub bekerja di situ demi bisa memetik buah hatinya.

Tujuh tahun berlalu, hari pernikahan pun ditetapkan. Akan tetapi Laban memberi tahu Ya’qub bahwa adat istiadat di sana tidak boleh seorang adik mendahului nikah sebelum kakaknya. Jadi Ya’qub mesti nikah dengan kakak Rahil dahulu yaitu Laya (Leah).

Laban merencanakan jika Ya’qub mau tetap nikah dengan Rahil maka dia harus bekerja tujuh tahun lagi. Ini pun disanggupi Ya’qub. Ketika itu belum ada larangan menikahi adik beradik dan ini dimasukhkan oleh Kitab Taurat kelak pada zaman Nabi Musa AS.

Bahkan Ya’qub kemudian dihadiahi budak oleh Laya dan Rahil sehingga baginda mempunyai empat orang istri di Harran.

Bertahun-tahun kemudian, Ya’qub memiliki harta kekayaan yang berlimpah di negeri Harran kerena sentiasa berpegang kepada perintah-perintah Allah di manapun beliau berada dan beliau tidak mengikuti kebiasaan penduduk negeri di sekitarnya.

Nabi Ya’qub AS memiliki dua belas orang anak yang Allah sebut mereka dengan sebutan asbat (keturunan Ya’qub) dalam Al-Quran. Dari Rahil lahirlah Nabi Yusuf AS dan Bunyamin. Dan dari Laya lahirlah Rubil, Syam’un, Lawi, Yahuda, Isakhar dan Zabilon.

Dari budak milik Rahil lahir Dan dan Naftali, dan dari budak milik Laya lahir Jad dan Asyir. Nabi Ya’qub juga mempunyai seorang anak perempuan bernama Dinah.

Keluarga yang besar dan harta yang banyak yang dimiliki Nabi Ya’qub AS adalah berkat doa ayahanda baginda Nabi Ishaq AS sebelum baginda melarikan diri ke Harran

gara-gara murid abu nawas demo kadi dipecat

Kadi Dipecat Setelah Didemo Murid-Murid Abu Nawas
Raja bertanya, bolehkah hanya karena mimpi sebuah perintah dilakukan? Ilustrasi/Ist

Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami (756-814) dikenal sebagai Abu-Nawas. Ia seorang pujangga Arab. Dilahirkan di kota Ahvaz, Persia. Darah Arab dan Persia mengalir di tubuhnya.

Abu Nawas dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik ia digambarkan sosok yang bijaksana sekaligus kocak. Dia juga dianggap sebagai sufi. Cerita berikut dinukil dari Kisah Seribu Satu Malam. (Baca juga: Menganggap Jadi Kadi sebagai Bala, Abu Nawas Berpura-pura Gila)

Pada suatu sore, ketika Abu Nawas sedang mengajar murid-muridnya, ada dua orang tamu datang ke rumahnya. Yang seorang adalah wanita tua penjual kahwa, sedang satunya lagi adalah seorang pemuda berkebangsaan Mesir.

Wanita tua itu berkata beberapa patah kata kemudian diteruskan dengan si pemuda Mesir. Setelah mendengar pengaduan mereka, Abu Nawas menyuruh murid-muridnya menutup kitab mereka.

"Sekarang pulanglah kalian. Ajak teman-teman kalian datang kepadaku pada malam hari ini sambil membawa cangkul, penggali, kapak dan martil serta batu. "

Murid-murid Abu Nawas merasa heran, namun mereka begitu patuh kepada Abu Nawas. Dan mereka merasa yakin gurunya selalu berada membuat kejutan dan berada di pihak yang benar.

Pada malam harimya mereka datang ke rumah Abu Nawas dengan membawa peralatan yang diminta oleh Abu Nawas.

Berkata Abu Nawas, "Hai kalian semua! Pergilah malam hari ini untuk merusak rumah Tuan Kadi yang baru jadi. "

"Hah? Merusak rumah Tuan Kadi?" gumam semua muridnya keheranan.

"Apa? Kalian jangan ragu. Laksanakan saja perintah gurumu ini!" kata Abu Nawas menghapus keraguan murid-muridnya. 
Barangsiapa yang mencegahmu, jangan kau perdulikan, terus pecahkan saja rumah Tuan Kadi yang baru. Siapa yang bertanya, katakan saja aku yang menyuruh merusak. Barangsiapa yang hendak melempar kalian, maka pukullah mereka dan lemparilah dengan batu."

Habis berkata demikian, murid-murid Abu Nawas bergerak ke arah rumah Tuan Kadi. Laksana demonstran mereka berteriak-teriak menghancurkan rumah Tuan Kadi.

Orang-orang kampung merasa heran melihat kelakukan mereka. Lebih-lebih ketika tanpa basa-basi lagi mereka langsung merusak rumah Tuan Kadi. Orang-orang kampung itu berusaha mencegah perbuatan mereka, namun karena jumlah murid-murid Abu Nawas terlalu banyak maka orang-orang kampung tak berani mencegah.

Melihat banyak orang merusak rumahnya. Tuan Kadi segera keluar dan bertanya, "Siapa yang menyuruh kalian merusak rumahku?"

Murid-murid itu menjawab, "Guru kami Tuan Abu Nawas yang menyuruh kami!"

Habis menjawab begitu mereka bukannya berhenti malah terus menghancurkan rumah Tuan Kadi hingga rumah itu roboh dan rata dengan tanah.

Tuan Kadi hanya bisa marah-marah karena tidak ada orang yang berani membelanya. "Dasar Abu Nawas provokator. Orang gila! Besok pagi aku akan melaporkannya kepada Baginda."

Benar, esok harinya Tuan Kadi mengadukan kejadian semalam sehingga Abu Nawas dipanggil menghadap Baginda.

Setelah Abu Nawas menghadap Baginda, ia ditanya. "Hai Abu Nawas apa sebabnya kau merusak rumah Kadi?"

"Wahai Tuanku, sebabnya ialah pada suatu malam hamba bermimpi, bahwasanya Tuan Kadi menyuruh hamba merusak rumahnya. Sebab rumah itu tidak cocok baginya, ia menginginkan rumah yang lebih bagus lagi. Ya, karena mimpi itu maka hamba merusak rumah Tuan Kadi," jawab Abu Nawas.

"Bolehkah hanya karena mimpi sebuah perintah dilakukan? Hukum dari negeri mana yang kau pakai itu?" Tanya Raja.

"Hamba juga memakai hukum Tuan Kadi yang baru ini Tuanku,” jawab Abu Nawas dengan tenang.

Mendengar perkataan Abu Nawas seketika wajah Tuan Kadi menjadi pucat. la terdiam seribu bahasa.

"Hai Kadi benarkah kau mempunyai hukum seperti itu?" tanya Baginda.

Tapi Tuan Kadi tiada menjawab. Wajahnya nampak pucat. Tubuhnya gemetaran karena takut.

"Abu Nawas! Jangan membuatku pusing! Jelaskan kenapa ada peristiwa seperti ini!" kembali Baginda mencecar Abu Nawas.

"Baiklah," jawab Abu Nawas dengan tetap tenang. "Baginda…beberapa hari yang lalu ada seorang pemuda Mesir datang ke negeri Baghdad ini untuk berdagang sambil membawa harta yang banyak sekali. Pada suatu malam ia bermimpi kawin dengan anak Tuan Kadi dengan mahar (mas kawin) sekian banyak. Ini hanya mimpi Baginda. Tetapi Tuan Kadi yang mendengar kabar itu langsung mendatangi si pemuda Mesir dan meminta mahar anaknya. Tentu saja pemuda Mesir itu tak mau membayar mahar hanya karena mimpi. Nah, di sinilah terlihat arogansi Tuan Kadi, ia ternyata merampas semua harta benda milik pemuda Mesir sehingga pemuda itu menjadi seorang pengemis gelandangan dan akhirnya ditolong oleh wanita tua penjual kahwa."

Baginda terkejut mendengar penuturan Abu Nawas, tapi masih belum percaya seratus persen, maka ia memerintahkan Abu Nawas agar memanggil si pemuda Mesir. Pemuda Mesir itu memang sengaja disuruh Abu Nawas menunggu di depan istana, jadi mudah saja bagi Abu Nawas memanggil pemuda itu ke hadapan Baginda.

Lalu baginda meminta anak dari Mesir itu menceritakanlah hal-ihwal dirinya sejak datang ke Baghdad. Cerita pemuda Mesir itu sama dengan cerita Abu Nawas. Bahkan pemuda itu juga membawa saksi yaitu Pak Tua pemilik tempat kost dia menginap.

"Kurang ajar! Ternyata aku telah mengangkat seorang Kadi yang bejad moralnya." Baginda sangat murka. Kadi yang baru itu dipecat dan seluruh harta bendanya dirampas dan diberikan kepada si pemuda Mesir.

Setelah perkara selesai, kembalilah si pemuda Mesir itu dengan Abu Nawas pulang ke rumahnya. Pemuda Mesir itu hendak membalas kebaikan Abu Nawas.

Berkata Abu Nawas, “Janganlah engkau memberiku barang sesuatupun kepadaku. Aku tidak akan menerimanya sedikitpun jua."

Pemuda Mesir itu betul-betul mengagumi Abu Nawas. Ketika ia kembali ke negeri Mesir ia menceritakan tentang kehebatan Abu Nawas itu kepada penduduk Mesir sehingga nama Abu Nawas menjadi sangat terkenalm.

Abu nawas bisa pindahkan istana,ke atas gunung

Abu Nawas Menyanggupi Memindahkan Istana Raja ke Atas Gunung
Abu Nawas berdiri mematung seolah-olah ada yang ditunggu. Ilustrasi/Ist

ABU-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami (756-814) dikenal sebagai Abu-Nawas. Ia seorang pujangga Arab. Dilahirkan di kota Ahvaz, Persia. Darah Arab dan Persia mengalir di tubuhnya.

Abu Nawas dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik ia digambarkan sosok yang bijaksana sekaligus kocak. Dia juga dianggap sebagai sufi. Cerita berikut dinukil dari Kisah Seribu Satu Malam. (Baca juga: Jangankan Monyet, Manusia Paling Pandai Saja Bisa Dikecoh Abu Nawas)

Baginda baru saja membaca kitab tentang kehebatan Raja Sulaiman yang mampu memerintahkan, para jin memindahkan singgasana Ratu Bilgis di dekat istananya. Baginda tiba-tiba merasa tertarik. Hatinya mulai tergelitik untuk melakukan hal yang sama.

Mendadak beliau ingin istananya dipindahkan ke atas gunung agar bisa lebih leluasa menikmati pemandangan di sekitar. Dan bukankah hal itu tidak mustahil bisa dilakukan karena ada Abu Nawas yang amat cerdik di negerinya.

Abu Nawas segera dipanggil untuk menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid. Setelah Abu Nawas dihadapkan, Baginda bersabda, "Sanggupkah engkau memindahkan istanaku ke atas gunung agar aku lebih leluasa melihat negeriku?" tanya Baginda.

Abu Nawas tidak langsung menjawab, la berpikir sejenak hingga keningnya berkerut. Tidak mungkin menolak perintah Baginda kecuali kalau memang ingin dihukum.

Akhirnya Abu Nawas terpaksa menyanggupi proyek raksasa itu. Ada satu lagi permintaan dari Baginda, pekerjaan itu harus selesai hanya dalam waktu sebulan.

Abu Nawas pulang dengan hati masgul. Setiap malam ia hanya berteman dengan rembulan dan bintang-bintang. Hari-hari dilewati dengan kegundahan.

Tak ada hari yang lebih berat dalam hidup Abu Nawas kecuali hari-hari ini. Tetapi pada hari kesembilan ia tidak lagi merasa gundah gulana.

Keesokan harinya Abu Nawas menuju istana, la menghadap Baginda untuk membahas pemindahan istana. Dengan senang hati Baginda akan mendengarkan, apa yang diinginkan Abu Nawas.

"Ampun Tuanku, hamba datang ke sini hanya untuk mengajukan usul untuk memperlancar pekerjaan hamba nanti," kata Abu Nawas.

"Apa usul itu?"

"Hamba akan memindahkan istana Paduka yang mulia tepat pada Hari Raya Idul Qurban yang kebetulan hanya kurang dua puluh hari lagi. "

"Kalau hanya itu usulmu, baiklah," kata Baginda.

"Satu lagi Baginda." Abu Nawas menambahkan.

"Apa lagi?" tanya Baginda.

"Hamba mohon Baginda menyembelih sepuluh ekor sapi yang gemuk untuk dibagikan langsung kepada para fakir miskin," kata Abu Nawas.

"Usulmu kuterima," kata Baginda menyetujui. Abu Nawas pulang dengan perasaan riang gembira. Kini tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Toh nanti bila waktunya sudah tiba, ia pasti akan dengan mudah memindahkan istana Baginda Raja. Jangankan hanya memindahkan ke puncak gunung, ke dasar samudera pun Abu Nawas sanggup.

Desas-desus mulai tersebar ke seluruh pelosok negeri. Hampir semua orang harap-harap cemas. Tetapi sebagian besar rakyat merasa yakin atas kemampuan Abu Nawas. Karena selama ini Abu Nawas belum pernah gagal melaksanakan tugas-tugas aneh yang dibebankan di atas pundaknya. Namun ada beberapa orang yang meragukan keberhasilan Abu Nawas kali ini.

Saat-saat yang dinanti-nantikan tiba. Rakyat berbondong-bondong menuju lapangan untuk melakukan salat Hari Raya Idul Qurban. Dan seusai salat, sepuluh sapi sumbangan Baginda Raja disembelih lalu dimasak kemudian segera dibagikan kepada fakir miskin.

Kini giliran Abu Nawas yang harus melaksanakan tugas berat itu. Abu Nawas berjalan menuju istana diikuti oleh rakyat. Sesampai di depan istana Abu Nawas bertanya kepada Baginda Raja.

"Ampun Tuanku yang mulia, apakah istana sudah tidak ada orangnya lagi?"

"Tidak ada," jawab Baginda Raja singkat.

Kemudian Abu Nawas berjalan beberapa langkah mendekati istana, la berdiri sambil memandangi istana. Abu Nawas berdiri mematung seolah-olah ada yang ditunggu. Benar. Baginda Raja akhirnya tidak sabar.

"Abu Nawas, mengapa engkau belum juga mengangkat istanaku?" tanya Baginda Raja.

'Hamba sudah siap sejak tadi Baginda," jawab Abu Nawas.

"Apa maksudmu engkau sudah siap sejak tadi? Kalau engkau sudah siap. Lalu apa yang engkau tunggu?" tanya Baginda masih diliputi perasaan heran.

"Hamba menunggu istana Paduka yang mulia diangkat oleh seluruh rakyat yang hadir untuk diletakkan di atas pundak hamba. Setelah itu hamba tentu akan memindahkan istana Paduka yang mulia ke atas gunung sesuai dengan titah Paduka."

Baginda Raja Harun Al Rasyid terpana. Beliau tidak menyangka Abu Nawas masih bisa keluar dari lubang jarum.

kutukan nabi nuh keturunan Yafits

Jadi Makhluk yang Terjelek, Kutukan Nabi Nuh Kepada Keturunan Yafits
Doa Nabi Nuh: Ya Allah, jadikanlah keturunan Yafits sebagai makhluk yang terjelek. Ilustrasi/Ist

Ka’ab al-Ahbar mengatakan, setelah Nabi Nuh berusia lanjut dan mendekati ajalnya, dia mengundang anak cucunya. Dia memohon kepada Allah agar mengabulkan doanya. Dia naik ke puncak gunung.

Berikutnya Nabi Nuh AS mengundang Yafits. Anak ketiga ini juga tidak menyambut panggilannya. Akhirnya, Nabi Nuh mengutuknya di dalam doanya, “Ya Allah, jadikanlah keturunan Yafits sebagai makhluk yang terjelek.” Keturunannya adalah Ya’juj dan Ma’juj serta orang-orang Turki.

Yafits pergi ke sebuah negeri yang ada di bagian timur. Di sana, dia kawin dan memiliki 5 anak laki-laki, yaitu Jauhar, Batras, Mayasyikh, Sannaf, dan Saqwil. Keturunan Jauhar adalah orang-orang Shaqalibah dan Romawi.

Sedangkan keturunan Batras adalah orang-orang Turki. Keturunan Mayasyikh orang-orang ‘Ajam. Keturunan Sannaf adalah Ya’juj dan Ma’juj. Dan keturunan Saqwil adalah orang-orang Arman (suku yang mendiami negeri Armenia).

Tentang Ya'juj dan Ma'juj, dalam Al-Quran Surah al-Kahfi ayat 94 diyatakan, keduanya adalah kaum yang suka berbuat kerusakan di muka bumi. Ya'juj dan Ma'juj merupakan dua istilah yang selalu disebut bersamaan.

Kedua istilah tersebut dapat ditemukan dalam Alquran, hadis, dan juga kitab-kitab suci terdahulu.

Sampai hari ini, suku bangsa yang disebut Ya'juj dan Ma'juj masih menimbulkan perdebatan. Ada yang menyebut mereka sebagai bangsa Tartar, Mongol, Cina, dan sebagainya.

Ada pula yang menganggap Ya'juj dan Ma'juj sebagai nenek moyang bangsa Turki. Namun demikian, identitas mereka sesungguhnya hanya Allah SWT yang tahu.

Ibnu Katsir menerangkan, Ya'juj dan Ma'juj adalah keturunan Adam AS. Silsilah mereka dikatakan berasal dari keturunan Yafits bin Nuh AS. Dalam Al-Quran dikisahkan, Ya'juj dan Ma'juj diisolasi oleh tembok atau benteng logam yang dibangun Zulkarnain.

Meski mereka masih berasal dari jenis manusia, Ya'juj dan Ma'juj mempunyai ciri khas yang membuat mereka tampak berbeda dari manusia pada umumnya. Dalam satu hadis Nabi SAW disebutkan, Ya'juj dan Ma'juj memiliki muka yang lebar, mata yang kecil (sipit), dan warna putih di rambut atas mereka.

Bentuk wajah mereka dikatakan mirip perisai (HR Imam Ahmad). Mereka juga nyaris tidak memiliki kemampuan untuk memahami bahasa atau perkataan yang dituturkan manusia.

Syekh Ibnu Baz rahimahullah dalam kitab kumpulan fatwanya menuliskan, Ya'juj dan Ma'juj akan muncul di akhir zaman, yaitu setelah keluarnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa bin Maryam AS.

Jumlah Ya'juj dan Ma'juj juga terbilang sangat besar sehingga ketika mereka turun dari tempat persembunyiannya, seakan-akan terlihat seperti air bah yang mengalir. Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disiratkan bahwa populasi manusia biasa dibandingkan Ya'juj dan Ma'juj adalah 1:999 (satu berbanding sembilan ratus sembilan puluh sembilan).

Sementara, hadis yang diriwayatkan oleh an-Nuwas RA mengungkapkan, ketika Allah SWT mengeluarkan Ya'juj dan Ma'juj dari tempat persembunyiannya, mereka segera turun dengan cepat dari bukit-bukit yang tinggi. Selanjutnya, gerombolan atau barisan pertama dari mereka melewati Danau Thabariyah dan kemudian meminum habis semua air dalam danau tersebut (HR Muslim 2937/110, at-Tirmidzi 2240 Abu Dawud 4321, Ibnu Majah 4075).

Allah SWT berfirman, "Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan (apabila) sudah dekat kedatangan janji yang benar (kiamat), tiba-tiba terbelalaklah mata orang kafir. (Mereka berkata): 'Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian mengenai ini, bahkan kami adalah orang yang zalim'," (QS: al-Anbiya : 96-97).

Lepasnya Ya'juj dan Ma'juj dari tempat persembunyian mereka merupakan salah satu tanda semakin dekatnya hari kiamat. Ketika mereka menguasai dunia, tidak ada yang sanggup menghentikan mereka, termasuk kaum Muslimin yang pada saat itu hidup bersama Nabi Isa AS.

Untuk menghancurkan Ya'juj dan Ma'juj, Allah SWT mengirim sejenis ulat untuk menyerang leher mereka sehingga menyebabkan mereka binasa. Mayat-mayat mereka lantas bergelimpangan dan bau busuk menyengat. Untuk membersihkan itu semua, Allah SWT lalu mengirim burung-burung untuk mengangkuti mayat-mayat tersebut, serta mengirim hujan untuk membersihkannyac,

Doa Menyembelih Ayam

Doa Menyembelih Ayam